Sinopsis Film The Hundred-Foot Journey

Film berjudul The Hundred-Foot Journey (2014) selain menjadi film lezat setelah Chef, juga akan menjadi film yang penuh dengan tawa, senyum, tanya, dan membuat penonton yang menyaksikannya akan tenggelam dalam lingkungan di sebuah kota kecil yang indah di pegunungan Perancis. Dimana dua budaya dan dua resep rahasia bersatu menjadi cerita film yang ringan namun berkesan. Cerita yang menampilkan benturan, berbaur dan akhirnya selaras dengan perlahan.

Kita seperti ditawarkan sebuah film dengan konsep Hollywood-Bollywood yang seakan tak kurang dan juga tak lebih. Film ini juga menampilkan humor yang ringan dan tidak berlebihan, suka duka yang dimuat dengan sangat baik, bahkan akting yang sangat baik. Hanya satu yang mungkin sedikit berlebihan, yaitu durasinya. Terdapat beberapa adegan yang mungkin jika tidak ada dalam film, cerita tetap tak berlubang hingga akhir film.

Karakter yang ada juga tampil dengan pas, tak ada yang terlalu di sorot secara berlebihan. Hanya saja yang membuat saya bingung, adalah ketika karakter Hassan membuat omelet alias telur dadar. Hampir lusinan bumbu yang diambilnya, orang pada umumnya menggunakan sejumput garam itu sudah cukup. Tentu dia belajar dari maestro masak yang sudah berpengalaman. Berikut Sinopsis dan Jalan Cerita Film The Hundred-Foot Journey (2014).

Sinopsis Lengkap Film The Hundred-Foot Journey (2014)

Kisah The Hundred-Foot Journey diawali ketika Hassan Kadams (Manish Dayal) harus pindah ke Perancis bersama keluarganya yang memiliki bakat memasak meninggalkan kampung halamannya karena kekerasan politik di India yang menghancurkan bisnis restoran keluarganya termasuk ibu Hassan. Ketika tiba di Perancis, ban mobil mereka meletus sampai mendapat batuan dari wanita cantik baik hati bernama Marguerite (Charlotte Le Bon). Di desa tempat mereka singgah, membuat Papa Kadams (Om Puri) terinspirasi untuk membuat sebuah restoran India di sana.

Sayangnya, tempat mereka akan mendirikan restoran tepat berseberangan jalan dengan restoran Le Saule Pleureur yang dipimpin oleh Madame Mallory (Helen Mirren) yang sombong dan angkuh di mana Marguerite juga bekerja di sana sebagai sous-chef. Hal itu membuat keluarga Kadams berada dalam kompetisi langsung dengan Madame Mallory. Persaingan itu akhirnya meningkat dalam intensitas pribadi yang terlalu jauh. Sehingga suatu malam, salah satu pegawai Madame Mallory yang bernama Jean-Pierre (Clément Sibony) sampai nekat membakar restoran milik Papa, dan membuat tangan Hassan terluka.

Madame Mallory selama ini ingin persaingan yang sehat, bukan dengan jalan kekerasan seperti itu. Ia kemudian memecat Jean-Pierre dan menawarkan Hassan sebagai chef di restorannya. Hasilnya, restoran milik Madame Mallory mendapat bintang keduanya sejak 20 tahun mendapatkan yang pertama. Atas keberhasilannya, Hassan langsung ditawari untuk menjadi chef di Paris. Dan bukan hal yang sulit bagi Hassan untuk menjadi chef yang terkenal karena masakan ciptaannya yang terbilang cukup berhasil. Tapi di balik gemerlap cahaya Perancis, membuat Hassan tetap merasa kesepian. Ia rindu rumah, rindu keluarganya, dan rindu masakan India.

Pada akhirnya, setelah Hassan merasa telah mencapai seluruh impiannya, ia kemudian kembali ke restoran Madame Mallory untuk mendapatkan bintang ketiganya. Selain itu, ia juga telah kembali bersama keluarganya dan mendapatkan cinta Marguerite yang selama ini ia inginkan.

Madame Mallory : "Everybody, this is where we will get our third star."



0 komentar:

Post a Comment