Bagi penggemar film, tidak ada salahnya untuk sedikit mengetahui tentang peraturan rating atau peringkat yang telah dikeluarkan Asosiasi Perfilman Amerika alias MPAA (Motion Picture Association of America). MPAA adalah semacam sistem peringkat film di Amerika yang mengatur kesesuaian film bagi penonton tertentu berdasarkan isinya yang beredar di negara tersebut. Sistem rating MPAA adalah skema sukarela yang tidak ditegakkan oleh hukum secara formal. Tapi film yang didistribusikan tanpa rating, kebanyakan akan ditolak oleh bioskop. Jadi ada kerugian tersendiri apabila pihak film tidak menggunakan sistem rating tersebut.

Di Indonesia, sistem rating tidak begitu menjadi tolak ukur untuk sebuah film. Bahkan jika itu adalah film yang sarat akan aksi kekerasan, tetap saja akan memberi rating Bimbingan Orangtua karena beberapa scene film yang dihilangkan atau disensor. Jadi sebenarnya, sistem rating perfilman di Indonesia tidak terlalu berpengaruh. Contohnya film animasi di Amerika, semua orang tahu kalau itu film untuk Semua Umur. Padahal jika dialog yang diucapkan terlalu kasar, maka film tersebut bukanlah untuk Semua Umur. Bagi orang-orang yang sensitif, khusunya penduduk Amerika, tentu mereka akan mengadukan film tersebut pada Badan Klasifikasi Perfilman yang berhak untuk diproses lebih jauh.

Jadi intinya, sistem rating MPAA adalah salah satu dari berbagai sistem rating film yang digunakan untuk membantu bagi mereka termasuk orang tua untuk memutuskan film apa yang sesuai untuk anak-anak mereka. MPAA memberi label rating untuk film dengan G, PG, PG-13, R dan NC-17 sesuai dengan adegan yang ditampilkan, bahasa yang digunakan, juga perilaku dari pemeran film tersebut. Berikut masing-masing penjelasannya :

G (General)
Film dengan rating G, merupakan film yang tidak harus dikhawatirkan oleh orang tua. Bahkan film dengan rating G sangat layak untuk ditonton oleh semua umur bahkan bagi anak-anak sekalipun. Karena film dengan rating G tidak mengandung unsur kekerasan, bahasa kasar, adegan seksual, penggunaan obat terlarang, dan termasuk semua unsur yang berbau negatif.

PG (Parental Guide)
Film dengan rating PG, kemungkinan besar tidak layak untuk ditonton anak-anak. Orang tua harus melakukan peninjauan terhadap film dengan rating PG sebelum anak-anak diperbolehkan untuk menontonnya. Rating PG mulai menampilkan sedikit adegan dewasa, seperti bahasa makian, sumpah serapah, termasuk sedikit adegan kekerasan. Tapi tidak terlalu berlebihan, masih dalam batas wajar.

PG-13
Film dengan rating PG-13, menunjukkan bahwa film dengan rating PG-13 tidak layak untuk ditonton anak dengan usia dibwah 13 tahun. Pada film rating PG-13, akan terdapat unsur adegan kekerasan, telanjang dan bahasa makian atau bahasa yang membahas tentang hubungan seks. Dan kebanyakan akan lebih mengandung unsur negatif yang lebih tinggi jika dibanding dengan film rating PG.

R (Restricted)
Film dengan rating R, menunjukkan bahwa bimbingan orang tua atau orang dewasa harus lebih serius lagi. Ini juga menunjukkan bawha rating R hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang beranjak remaja. Karena rating R merupakan film yang banyak berisi adegan dewasa, bahasa yang kasar, adegan penggunaan obat terlarang dan unsur lain yang sejenis.

NC-17
Film dengan rating NC-17, menunjukkan untuk remaja usia dibawah 17 tahun, tidak diperbolehkan untuk menonton film dengan rating NC-17. Tidak diragukan lagi, NC-17 berisi adegan-adegan yang membutuhkan kedewasaan tinggi. Rating NC-17 sangat kental dengan adegan seksual, kekerasan, brutal, sadis, bahasa yang keras, serta pemakaian obat terlarang. Yang pasti, tidak ada peluang bagi remaja dibawah 17 tahun terutama bagi anak-anak untuk menonton film rating NC-17 ini.

Demikian sedikit penjelasan tentang sistem rating yang dikeluarkan MPAA. Ada baiknya bagi kita pecinta film luar, memang tak ada filter untuk menonton film barbagai rating jika kita men-download dari internet. Bukan hanya untuk dewasa saja, remaja bisa saja menonton film dengan rating dewasa jika hanya menonton film hanya untuk hiburan saja.

Bahasa atau aksi negatifnya, dianggap angin lalu saja. Intinya menerima yang baik dan menolak yang buruk.


0 komentar:

Post a Comment