Sinopsis Film The Lobster


Anda seorang jomblo? Jangan khawatir karena Anda tidak sedang hidup di masa depan seperti yang David (Colin Farrell) jalani. Di masa depan, sebuah hukum ketat berlaku kepada para bujangan atau single. Dimana para single ini akan dibawa ke sebuah hotel untuk menjalani masa percobaan selama 45 hari demi mendapatkan pasangan yang cocok. Tetapi kalau mereka tidak bisa menemukan pasangan selama 45 hari itu, mereka akan dijadikan binatang dan dikirim ke hutan.

David yang baru saja ditinggal istrinya harus dikirim ke hotel tersebut untuk menjalani masa pencarian calon pasangannya. Disana ia dihadapkan dengan pilihan, jika gagal ia memilih menjadi seekor lobster. Sebenarnya 45 hari itu adalah waktu yang singkat, tapi orang-orang di hotel bisa memperpanjangnya dengan berburu para single yang bersembunyi di hutan.

Awalnya David menjalani harinya dengan tenang ketika kenal dengan si Pincang (Ben Whishaw) dan si Cadel (John C. Reilly). Tapi itu tidak lama, daripada ia diubah menjadi binatang ia terpaksa meninggalkan hotel dan bersembunyi di hutan. Di sana ia diterima kelompok yang bersembunyi dari dunia luar dan dipimpin oleh seorang wanita (Léa Seydoux).

Dengan cepat David mampu beradaptasi dan mulai menyukai seorang perempuan (Rachel Weisz). David akan melakukan apapun untuk menjadi serasi dengan seorang wanita. Asal ia tak menjadi seekor lobster. Ia rela menjadi tak berperasaan hingga membuat kedua matanya menjadi buta.

David : "I'm going to do it with a knife."

Cerita yang menjanjikan

Terkadang kita sebagai penonton disuguhi sebuah film yang diawalnya akan memberikan suatu cerita yang bagus. Tapi pada intinya semua itu hanya metafora semata. Kenapa? Karena sutradara Yorgos Lanthimos akan membuat penonton tetap penasaran melihat film The Lobster sampai habis. Tanpa memberi pengalaman yang nyata seperti komedi, romansa, bahkan sci-fi.

Hampir dua jam durasinya akan membuat penonton jauh terperosok ke dalam perangkap dan tak mendapat kesan akhir atau ending yang mengesankan. Buktinya ada pada saya, setelah menonton film ini saya mungkin orang yang tertipu dengan genre-nya yang ternyata menyesatkan. Padahal The Lobster diisi oleh beberapa artis seperti Colin Farrell, Rachel Weisz, Ben Whishaw bahkan Léa Seydoux. Tapi itu tak mengubah kenyataan kalau film ini sangatlah membosankan.

Komedi yang tidak lucu

Mengingat ceritanya yang berlatar belakang soal pencarian cinta, jadi tampaknya The Lobster digarap dengan tema fasisme, penindasan dan latar musik yang tidak sejalan. Jika dilihat dari ceritanya, mungkin film ini bisa dibuatkan semacam sekuel dimana para jomblo yang tertindas disini akan melakukan aksi pemberontakan pada hukum yang berlaku saat itu.

Tapi mengingat cerita dan penggarapannya yang tidak terlalu serius, bisa dibilang film ini akan seperti itu-itu saja.

Over

Ada satu yang bagi saya agak berlebihan di film ini, yaitu over narasi yang disuarakan aktris Rachel Weisz. Sepanjang jalan film The Lobster menceritakan tentang apa yang dibuat dan dialami si karakter utama David. Padahal untuk penonton awam sekalipun, akan mengerti apa yang dilakukan si karakter utama.

Film ini tidak harus disuapi dengan narasi tak penting yang membuat seolah yang menonton adalah anak kecil. Jadi paling tidak jangan membuang waktu Anda untuk menonton film semacam ini. Karena apa yang penonton ingin lihat adalah tentang Lobster atau manusia yang menjadi hewan. Kenyataannya semua itu tidak ada sama sekali. 2/10.




Plot Keywords: dystopia | woods | reference to kiefer sutherland | reference to river phoenix | torture
Genres: Comedy | Drama | Romance | Sci-Fi | Thriller
Country: Ireland | UK | Greece | France | Netherlands | USA
Language: English | French
Release Date: 2016 (USA)
Also Known As: Langosta
Filming Locations: County Kerry, Ireland
Budget: €4,000,000 (estimated)
Production Co: Canal+, Centre National du Cinéma et de L'image Animée (CNC), Ciné+

8 komentar:

  1. Ending nya nggeletek (kata orng jawa) 😔😔😔

    ReplyDelete
  2. Kentang akhir ceritanya.. tapi ratingnya tinggi ini film.. kalo lukisan mah ini teh kaya lukisan abstrak yang punya nilai seni.. hanya disukai oleh bbrapa kalangan saja.. mungkin hihihi

    ReplyDelete
  3. Sepertinya ending menggantung, soalnya cewek menanti lama..si pria tdk jg dtg menghampirinya.. Oh iya..gmn masnya tau jln ke meja mbaknya kl buta?

    ReplyDelete
  4. Sepertinya ending menggantung, soalnya cewek menanti lama..si pria tdk jg dtg menghampirinya.. Oh iya..gmn masnya tau jln ke meja mbaknya kl buta?

    ReplyDelete
  5. Sinopsisnya bagus..
    Sangat mewakili perasaan saya setelah menonton film ini....

    ReplyDelete